Ciri-Ciri Persilangan Dihibrid
Berbeda dengan persilangan monohibrid yang hanya memperhatikan  satu sifat beda, maka persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda.
Pada persilangan ini dinyatakan oleh Mendel bahwa gen-gen dari kedua induk akan mengelompok secara bebas. Pernyataan ini disebut dengan Hukum Mendel II (Independent Assortment/asortasi bebas/berpasangan secara bebas).
Mendel melakukan percobaan dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum) dengan memperhatikan dua sifat beda yaitu tanaman ercis berbiji bulat berwarna kuning dan tanaman ercis berbiji kerut berwarna hijau.
Ciri-ciri persilangan Dihibrid:

  1. Persilangan dengan memperhatikan dua sifat beda
  2. Jumlah Gamet yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2n)
  3. Fenotip individu ditentukan oleh 2 macan sifat genetik
  4. Dijumpai maksimal 16 variasi genotip pada F2


7 sifat kontras yang dimiliki ercis (Pisum sativum)
7 sifat kontras yang dimiliki ercis

Macam-Macam Gamet pada Persilangan Dihibrid
Macam-macam gamet pada persilangan dihibrid dapat ditentukan dengan menggunakan Bracket system.
Contoh cara menentukan gamet pada persilangan
1.    Genotip BbKk, maka gamet genotip tersebut adalah:
       Genotip BbKk
Macam gamet yang terbentu pada genotip dengan 2 sifat beda adalah 4 macam yaitu: BK, Bk, bK, bk

2.   Genotip HHLl (berambut hitam-lurus), maka gamet genotip tersebut adalah:
      Genotip HHLl

Macam gamet yang terbentuk pada genotip dengan 2 sifat beda  (HHLl) adalah 2 macam (HL dan Hl) namun jumlah gamet adalah tetap 4 (22)yaitu: HL, Hl, HL, Hl
Contoh Genotip Trihibrid: TtMmBb
    Contoh Genotip Trihibrid

Jadi macam gamet yang diperoleh untuk genotip TtMmBB  berjumlah 8 yaitu:
TMB, TMb, TmB, Tmb, tMB, tMb, tmB, dan tmb


Menentukan Jumlah Gamet
Jumlah gamet yang dihasilkan pada suatu genotip dapat ditentukan dengan rumus 2n, n: jumlah sifat beda
Jumlah gamet
Contoh:
1. Jumlah  gamet dari genotip BbKk (biji bentuk bulat – biji warna Kuning), memiliki 2 sifat beda/dihibrid  
     jadi n=2 --> 2n = 22 = 4, yaitu: BK, Bk, bK, dan bk
2. Jumlah gamet dari genotip LLHh (rambut lurus  –warna hitam), memiliki 2 sifat beda/dihibrid,
     jadi n= 2  -->  2n = 22 = 4, yaitu: LH, Lh, LH, dan Lh meskipun macam gametnya hanya 2 yaitu LH dan Lh
3. Jumlah  gamet dari genotip BbKkTt (berbiji bulat- warna kuning-batang tinggi), memiliki 3 sifat beda/trihibrid,
     jadi n=3 --> 2n = 23 = 8 yaitu: BKT, BKt, BkT, Bkt, bKT, bKt, bkT, dan bkt

Proses dan Hasil Persilangan Dihibrid
Saat Mendel melakukan persilangan antara tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BBKK) dengan tanaman ercis berbiji kerut warna hijau (bbkk), ternyata semua keturunannya (F1) adalah tanaman ercis berbiji bulat warna kuning (BbKk). Ketika Mendel melanjutkan percobaanya dengan menyilangkan tanaman F1 dengan sesamanya diperoleh perbandingan fenotip sebagai berikut: 9/16 bulat kuning : 3/16 bulat hijau : 3/16 kerut kuning : 1/16 kerut hijau.
 Proses dan Hasil Persilangan Dihibrid
    F2
    f2
Dari hasil Persilangan sesama F1 (bulat kuning heterozigotik/BbKk) pada tanaman ercis  F2 diperoleh 16 variasi genotip. Perbandingan Fenotip:
9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 kerut kuning : 1 kerut hijau