Pendahuluan
Makhluk hidup harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan hidup (lestari). Ada tiga macam bentuk adaptasi yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. Untuk mengenal berbagai macam contoh bentuk adaptasi yang terjadi pada berbagai macam makhluk hidup, mari kita pelajari lebih jauh tentang adaptasi!

Bentuk-bentuk Adaptasi
Bentuk Adaptasi Adaptasi makhluk hidup merupakan penyesuaian diri makhluk hidup terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ada 3 bentuk adaptasi yaitu:
A. Adaptasi Morfologi B. Adaptasi Fisiologi C. Adaptasi Tingkah Laku
Bentuk daun teratai yang lebar dan tipis merupakan salah satu contoh bentuk adaptasi morfologi
Gutasi merupakan bentuk adaptasi Fisiologi pada tumbuhan
Pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau bentuk merupakan adaptasi tingkah laku


Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi meliputi penyesuaian diri makhluk hidup dengan ditandai adanya bentuk tertentu dari bagian tubuh mahkluk hidup agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Lingkungan hidup yang berbeda menyebabkan adaptasi morfologi yang berbeda pula.
1. Adaptasi Morfologi pada tumbuhan
Bentuk daun yang berbeda-beda sesuai dengan tempat hidupnya
Daun teratai yang tipis memungkinkan tumbuhan teratai ringan dan tidak banyak menyimpan air sedangkan bentuk daun yang lebar memungkinkan jumlah stomata yang banyak sehingga proses penguapan berlangsung lebih cepat. Tanaman teratai merupakan salah satu contoh tanaman yang hidup di air (Hidrofit).
Duri yang tumbuh pada tanaman kaktus sebenarnya adalah daun yang mereduksi menjadi duri yang bertujuan untuk mengurangi penguapan Kaktus merupakan salah satu contoh tanaman yang hidup di daerahkurang air (Xerofit).
Daun yang lebar pada tanaman talas memungkinkan jumlah stomata yang banyak sehingga penguapan akan berlangsung lebih cepat. Tanaman talas merupakan salah satu contoh tumbuhan yang hidup di daerah lembab (Higrofit)
Pohon pinus di gunung memiliki daun yang kecil panjang agar dapat mengurangi tekanan dari angin yang berhembus
Bentuk akar yang berbeda-beda sesuai dengan tempat hidupnya
Akar serabut dan panjang pada tanaman kaktus memungkinkan jangkauan yang lebih jauh untuk mendapatkan sumber air.
Bakau memiliki perakaran tunjang yang mampu menyangga berdirinya batang dan sebagai alat bantu dalam penyerapan oksigen
2. Adaptasi Morfologi pada hewan :
a. Berbagai macam bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya
Paruh bebek pada pangkalnya terdapat bentuk seperti sisir, berguna menyaring makanan dari air dan lumpur.
Paruh burung pipit bentuknya pendek tebal dan runcing berfungsi untuk memecah biji-bijian
Paruh burung elang, bentuknya runcing, agak panjang dengan ujung yang membengkok, sesuai dengan jenis makanannya yaitu daging.
Paruh burung kolibri panjang, kecil, dan runcing sesuai dengan jenis makanannya yaitu madu bunga. Burung kolibri mengambil madu bunga dengan cara menghisap
Paruh burung pelikan, pangkalnya berbentuk seperti sisir untuk menyaring makanan yang berupa udang atau ikan
b. Berbagai macam cakar/kaki burung
Bebek kakinya berselaput diantara ruas jarinya untuk berenang dan berjalan di atas tanah berlumpur
Kaki ayam sangat baik digunakan untuk mengais makanan di tanah
Kaki burung kutilang mempunyai jari kaki panjang dan semua jari kaki terletak dalam satu bidang datar sesuai fungsinya untuk hinggap atau bertengger di ranting pohon
Cakar burung elang ukurannya pendek, sangat kuat dan tajam sangat sesuai untuk mencengkeram magsa atau daging
c. Berbagai tipe mulut serangga
Tipe mulut penggigit mempunyai rahang atas dan rahang bawah yang kuat untuk menggigit makanan. misalnya: jangkrik, belalang, kecoa dan lipas Gambar tipe mulut penggigit
Tipe mulut penghisap dan penjilat dijumpai pada lebah dan lalat Gambar tipe mulut penghisap dan penjilat
Tipe mulut penusuk dan penghisap memiliki bagian rahang seperti pipa kecil yang panjang, runcing, dan kuat sehingga dapat digunakan untuk menusuk menghisap. Dijumpai pada serangga seperti nyamuk.
Tipe mulut penghisap ;bentuknya seperti belalai kecil yang dapat digulung yang digunakan untuk menghisap madu bunga. Dijumpai pada serangga kupu-kupu
d. bentuk-bentuk lain adaptasi morfologi pada hewan:
Unta memiliki kantong yang mampu menyimpan air hingga 30 liter sebagai persediaan jika sulit menemukan air minum Unta memiliki kantong penyimpan air dalam tubuhnya.
Reptil gurun umumnya memiliki kulit yang tebal untuk melindungi diri dari kehilangan air yang berlebihan. Kadal gurun berkulit tebal
Harimau memiliki warna kulit dan rambut penutup tubuh yang belang-belang coklat-krem seperti warna rumput kering Warna kulit tubuh harimau sesuai dengan lingkungan
Hewan buas seperti singa, harimau, srigala memiliki taring yang tajam untuk mengoyak daging mangsanya. Hewan buas memilki taring tajam
Beruang kutub memilki warna penutup tubuh yang terang untuk mengelabuhi mangsanya yang berada di daearah salju yang berwarna terang dan memiliki jaringan lemak yang tebal. Beruang kutub memiliki warna tubuh yang terang
Ikan air tawar memiliki bentuk tubuh dan sirip yang lebar sedangkan ikan air laut memilki tubuh yang lebih ramping Gambar Ikan air tawar (A) dan ikan air laut (B)
3. Adaptasi Morfologi pada Manusia:
Bentuk gigi manusia bermacam-macam sesuai dengan fungsinya, memotong, mengoyak, atau megunyah makanan. Gambar berbagai bentuk gigi manusia

Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan cara melakukan proses fisiologis dalam tubuhnya agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Apabila proses ini tidak dilakukan maka makhluk hidup ini dapat mati.
1. Adaptasi Fisiologi pada tumbuhan :
Tumbuhan insektivora menghasilkan enzim protease sebagai penghancur protein dari tubuh mangsanya. Tumbuhan Insektivora: Kantung semar
Proses gutasi berlangsung ketika daun melakukan penguapan, namun udara luar dalam keadaan jenuh sehingga uap air yang keluar dari dalam daun dalam bentuk gas berubah menjadi titik-titik air di tepi daun. Proses gutasi pada tumbuhan higrofit
Bunga bangkai mengeluarkan bau untuk menarik perhatian serangga makanannya. Bunga bangkai mengeluarkan bau tak sedap
2. Adaptasi Fisiologi pada Hewan : a. Hewan darat
Hewan herbivora memiliki enzim selulase untuk mencerna zat selulosa dalam makanannya. Herbivora
Rayap memiliki enzim selulase yang dihasilkan oleh flagellata dalam ususnya untuk mencerna zat selulosa makanannya yang berasal dari kayu. Rayap
c. Hewan air:
Cumi-cumi menghasilkan zat seperti tinta untuk mengelabuhi pemangsanya.
Ikan air tawar akan menghasilkan urine lebih banyak dan encer dibanding ikan air laut yang menghasilkan urine yang lebih sedikit dan pekat.

Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku merupakan tingkah laku makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar tetap bertahan hidup:
Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan:
pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Hal serupa juga terjadi pada pohon randu Gambar pohon jati yang masih rimbun daunnya Pada musim penghujan Pada musim kemarau
Pada musim kemarau tumbuhan berakar rimpang seperti jahe akan melakukan estivasi dengan cara mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh dipermukaan untuk mengurangi penguapan Tanaman jahe melakukan estivasi pada musim kemarau
2. Adaptasi tingkah laku pada hewan :
Trenggiling akan menggulungkan badannya jika disentuh , untuk menutupi bagian perutnya yang berkulit tipis Trenggiling menggulungkan tubuhnya
Seperti reptilian laut dan mamalia air lainnya, paus secara periodik akan muncul ke permukaan air untuk bernafas. Paus naik ke permukaan
Bunglon akan merubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan warna sekitar, hal ini disebut dengan Mimikri.
Hibernasi atau tidur panjang pada musim dingin dilakukan karena kondisi lingkungan yang ekstrim.Dilakukan oleh hewan: seperti tikus gurun, beruang, ataupun landak. Suhu tubuhnya sedikit turun dibanding udara di sarangnya. Dengan cara ini makanan yang tersimpan dalam tubuhnya terbakar sangat lambat .
Kerbau berkubang di lumpur untuk melindungi kulitnya yang gelap dari panas