Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Mudahnya Mempelajari Bunyi


Kita sering mendengar bunyi atau suara. Misalnya suara kentongan, orang bernyanyi dengan nada tinggi, sedangkan yang lain mampu menyanyikan lagu nada rendah. Alat music gitar, piano, terompet. mengapa bunyi alat-alat music tersebut berbeda meskipun dimainkan dengan nada yang sama? Biasanya kita melihat kilat, sesaat setelah mendengar bunyi petir, mengapa demikian? mengapa kita dapat bersuara?
Dalam waktu yang singkat dengan mempelajari materi ini, kalian akan mampu :
1.    Membedakan bunyi Infrasonik, Ultrasonik, dan Audiosonik.
2.    Memahami karakteristik gelombang bunyi.
3.    Menjelaskan gejala resonansi dalam kehidupan sehari-hari.
4.    Menghitung laju bunyi.
Memberikan contoh pemanfaatan dan dampak pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

print this pagePrint Halaman Ini

Energi dan Daya Listrik

Materi
Pada judul materi Listrik Dinamis telah kita pelajari bahwa besar kecilnya kuat arus listrik dan tegangan listrik dalam rangkaian tergantung dari besarnya hambatan yang terpasang dalam rangkaian. Variasi rangkaian hambatan akan menghasilkan variasi nilai kuat arus dan nilai tegangan yang diinginkan. Adakah hubungan antara besar kecilnya hambatan alat yang terpasang dalam rangkaian dengan energi listrik yang digunakan?
Bagaimanakah hubungan antara energi listrik dan besarnya hambatan alat?
Perlukah kita memikirkan cara-cara penghematan energi listrik dari pemilihan alat-alat listriknya? Bagaimanakah langkah-langkah penghematan energi listrik yang mudah?
Semua pertanyaan di atas akan terjawab setelah kita mengikuti kegiatan berikut ini.


print this pagePrint Halaman Ini

Download Video Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII


Gejala Alam biotik Dan Abiotik

print this pagePrint Halaman Ini

Download Video IPA Kelas VII


Besaran Dan Satuan

print this pagePrint Halaman Ini

Gerak pada Tumbuhan

Pendahuluan

putri maluPerhatikan gambar tumbuhan putri malu (Mimosa pudica) di samping ini! Tumbuhan ini umumnya tumbuh di antara rumput-rumputan. Mungkin secara tidak sengaja, kalian pernah menyentuhnya. Apakah yang terjadi pada daun-daun tumbuhan tersebut setelah tersentuh? Tumbuhan putri malu akan segera mengatupkan daunnya satu per satu. Mengatupnya daun-daun putri malu setelah tersentuh merupakan salah satu ciri makhluk hidup (organisme) yang ditunjukkannya, yaitu bergerak. Gerak yang terjadi pada tumbuhan disebabkan oleh adanya rangsangan yang diterimanya, baik dari faktor dalam maupun dari faktor luar. Gerak ini terjadi dengan sangat lambat, tetapi memberikan petunjuk pula bahwa tumbuhan memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsangan atau memberikan reaksi terhadap rangsangan yang diterimanya (iritabilitas). Pada tumbuhan putri malu tersebut, rangsangan yang diterimanya adalah sentuhan. Sentuhan menyebabkan terjadinya respon pada tumbuhan, berupa gerakan mengatupkan daun-daunnya. Ada berbagai macam pengaruh rangsangan yang diterima dan direspon oleh tumbuhan. Inilah yang akan kita pelajari pada bahasan ini.

print this pagePrint Halaman Ini

Sistem Gerak pada Manusia

Pengantar

Gb. Kerangka manusia
Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Bagaimana manusia dapat melalakukan gerakan ? Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot.
Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tu – lang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya.
Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerak- kan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan.

print this pagePrint Halaman Ini

Sistem Pernafasan pada Manusia

Pendahuluan
Bernafas dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Ada 2 proses yang terjadi saat bernapas, yaitu menghembuskan dan menghirup udara.  Dalam proses bernafas gas oksigen menjadi zat yang sangat penting karena pada hakekatnya tujuan dari bernafas itu adalah bagaimana tubuh memperoleh oksigen untuk proses pembakaran bahan makanan dalam tubuh.
Proses bernafas sangat tergantung pada organ pernafasan, mekanisme dari proses pernafasan dan seberapa besar jumlah udara pernafasan sehingga sistem pernafasan berlangsung dengan baik di dalam tubuh manusia. Untuk itu mari kita pelajari uraian berikut ini!

print this pagePrint Halaman Ini

Vertebrata

Pendahuluan
Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas, yaitu: pisces (ikan), amphibia (amfibi), reptilia (reptil), aves (burung), dan mamalia (hewan menyusui). Masing-masing mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Peranannya di dalam kehidupan ada yang menguntungkan ada pula yang merugikan.

print this pagePrint Halaman Ini

Dunia Tumbuh-tumbuhan (Kingdom Planetae)

Klasifikasi Dunia Tumbuh-Tumbuhan
Dunia tumbuh-tumbuhan diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu:
  1. Tumbuhan tidak berpembuluh (Atracheophyta), terdiri dari ganggang makroskopis dan tumbuhan lumut
  2. Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta), terdiri dari tumbuhan paku dan tumbuhan biji
Pengelompokkan ini berdasarkan ada tidaknya pembuluh pengangkut pada tumbuhan tersebut.

print this pagePrint Halaman Ini

Sistem Saraf pada Manusia

Pengantar

Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut.
Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
Rangsangan dapat berasal dari luar tubuh (eksternal) misalnya suara, cahaya, bau, panas, dingin, manis, pahit dan sebagainya. Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh disebut juga rangsangan internal, misalnya rasa haus, lapar, dan nyeri.

print this pagePrint Halaman Ini

Sistem Pencernaan pada Manusia

Fungsi Sistem Pencernaan
Setiap manusia memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sari makanan dapat diangkut oleh darah dalam bentuk molekul-molekul yang kecil dan sederhana. Oleh karenanya, makanan yang dimakan dihancurkan terlebih dahulu sebelum diangkut. Proses ini disebut proses pencernaan. Pencernaan dilakukan oleh sistem pencernaan. Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan alat yang dilalui makanan seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Saluran pencernaan berfungsi memecahkan makanan yang besar menjadi berukuran lebih kecil dan halus. Kerja saluran pencernaan dibantu dengan adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.






print this pagePrint Halaman Ini

Zat Adiktif dan Psikotropika







Pengertian Zat Adiktif dan Psikotropik
Zat adiktif adalah bahan atau zat yang dapat menimbulkan kecanduan dan ketergantungan bagi pemakainya. Awalnya zat adiktif berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya: daun tembakau (Tobacco sp.), daun ganja (Cannabis sativa), opium (Papaver somniferum) dan kokain (Erythroxylum coca). Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia telah dapat membuat berbagai jenis zat adiktif buatan dengan kemampuan yang sama dengan zat adiktif alami.


Psikotropika menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 adalah bahan atau zat baik alamiah maupun buatan yang bukan tergolong narkotika yang berkhasiat psikoaktif pada susunan saraf pusat. Yang dimaksud berkhasiat psikoaktif adalah memiliki sifat mempengaruhi otak dan perilaku sehingga menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku pemakainnya.


Sifat-Sifat Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika pada mulanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis. Seperti untuk pembiusan pasien dalam proses operasi. Namun, saat ini telah banyak penyalahgunaan terhadap zat adiktif dan psikotropika. Penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika ini membahayakan karena dapat merusak organ tubuh. Yang paling berbahaya adalah membuat si pemakainya kecanduan dan ketergantungan.
Sifat atau efek yang ditimbulkan akibat penggunaan zat adiktif dan psikotropika adalah:
  1. Memberikan rangsangan pada susunan saraf pusat sehingga saraf pusat dipaksa untuk lebih aktif bekerja. Dampak yang terjadi pada pemakai adalah rusaknya sel-sel otak dan organ tubuh seperti hati, ginjal, paru-paru dan jantung. Dampak yang lebih parah adalah kelumpuhan, kemandulan dan impotensi.
  2. Mengurangi aktifitas susunan saraf pusat. Ilmu kedoketeran menggunakan zat ini untuk pasien yang kesulitan tidur.
  3. Menimbulkan halusinasi atau daya hayal bagi pemakainya. Bagi tubuh manusia dapat merusak daya ingat, kerusakan ginjal, menyebabkan kegilaan, kebingungan sampai kematian.


Macam-Macam Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika pada mulanya berasal dari tumbuh-tumbuhan, misalnya: daun tembakau (Tobacco sp.), daun ganja (Cannabis sativa), opium (Papaver somniferum) dan kokain (Erythroxylum coca). Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan manusia dapat membuat berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika buatan yang memiliki kemampuan sama dengan zat alami.
Beberapa contoh zat adiktif dan psikotropika adalah:
  1. Zat yang terkandung dalam rokok
  2. Alkohol
  3. Ekstasi
  4. Sabu-sabu
  5. Ganja
  6. Opium
  7. Kokain
  8. Morfin
  9. Heroin

Rokok
Peringatan tentang bahaya merokok sering kita dengar, bahkan pada kemasan rokok tertulis dengan jelas bahwa “rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Tetapi mengapa pengguna rokok masih saja tidak menghiraukannya?
Sebatang rokok mengandung banyak sekali zat-zat berbahaya bagi tubuh manusia, antara lain:
  1. Nikotin, terdapat dalam tembakau, menaikkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung. Hal ini mengakibatkan jantung dipaksa bekerja lebih berat. Nikotin merupakan zat yang dapat menimbulkan efek kecanduan. Zat inilah yang menyebabkan perokok sulit menghentikan kebiasaan merokoknya.
  2. Karbon Monoksida (gas CO), merupakan gas yang lebih reaktif daripada oksigen. Sehingga apabila gas ini masuk ke dalam aliran darah maka gas tersebut lebih mudah berikatan dengan haemoglobin. Jika gas CO terhirup saat bernapas, darah menjadi kekurangan oksigen. Akibatnya, tubuh akan menjadi lemas.
  3. TAR, merupakan sisa pembakaran, berwarna hitam dan lengket, bersifat karsinogen yaitu dapat menimbulkan kanker. Tar yang mengenai gigi, jari dan kuku perokok akan mengakibatkan warna kuning kehitaman. Tar juga mengakibatkan penyakit tenggorokan dan pernapasan.
  4. Bahan-bahan kimia lain, lebih dari 4000 zat-zat lain terkandung dalam asap rokok. 43 zat diantaranya dapat menyebabkan penyakit kanker, diantaranya adalah aseton (bahan utama penghapus cat), amoniak (bahan pembersih lantai) dan hidrogen sianida (gas racun untuk eksekusi mati).
Bahaya rokok juga tidak hanya dirasakan oleh si perokok sendiri namun juga merugikan orang-orang disekitarnya. Ketika seseorang merokok, asap yang ditimbulkan akan terhirup oleh orang-orang disekitarnya. Orang-orang yang ikut menghisap asap rokok disebut dengan perokok pasif. Perokok pasif beresiko mendapat kanker paru-paru, serangan asma dan penyakit pernapasan yang lain. Tidak ada satu pun zat yang bermanfaat dalam sebatang rokok. Lebih banyak bahayanya daripada manfaat yang bisa didapat. Sebelum terlanjur, sebaikanya jangan sekali-kali untuk mencoba-coba.


Alkohol
Alkohol merupakan senyawa kimia yang dikenal dengan etanol. Alkohol dapat diperoleh melalui proses fermentasi berbagai jenis tumbuhan, misalnya anggur, singkong, dan ketan. Alkohol merupakan bahan kimia yang sangat bermanfaat di bidang kedokteran. Pemanfaatan alkohol diantaranya adalah sebagai pelarut obat, pembersih luka, membunuh mikroorganisme dan lain-lain. Penyalahgunaan dalam mengkonsumsi alkohol dapat menyebakan seseorang menjadi emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan). Konsumsi yang berlebihan mengakibatkan seseorang mabuk, tidak sadarkan diri bahkan kematian. Timbulnya gangguan ini karena reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat (otak).
  1. Konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan:
  2. Kerusakan pada hati dan jantung
  3. Koordinasi gerak terganggu
  4. Kemandulan Pada pria mengakibatkan impotensi
  5. Pada wanita hamil mengakibatkan pertumbuhan janin tidak sempurna atau bayi akan lahir dengan cacat
  6. Kemunduran daya ingat/kesadaran
  7. Gangguan jiwa


Ekstasi
Ekstasi merupakan salah satu golongan psikotropika berbentuk kapsul atau tablet. Kandungan yang terdapat dalam ekstasi adalah amfetamin. Akibat yang tampak saat penyalahgunaan ekstasi adalah perasaan “fly”, sehingga orang tersebut menjadi hiperaktif, berkeringat, pusing, gemetar, detak jantung cepat dan kehilangan nafsu makan. Penggunaan dalam jangka waktu lama menyebabkan kerusakan saraf otak, gangguan daya ingat, dehidrasi, kurang gizi dan kelambanan gerakan anggota tubuh.


Sabu - sabu
Sabu-sabu memiliki nama asli methamfetamin. Sabu-sabu berbentuk kristal, berwarna putih dan tidak berbau. Awalnya digunakan untuk tujuan penelitian ilmu pengetahuan dan digunakan dalam terapi orang yang mengalami gangguan jiwa. Namun, mempunyai potensi kuat menyebabkan ketergantungan. Oleh karenanya penggunaan tanpa resep dokter sangat dilarang. Gejala yang tampak saat penyalahgunaan psikotropika jenis ini adalah malas makan, tekanan darah tinggi, detak jantung sangat cepat, selalu merasa ketakutan dan pingsan karena terlalu lelah.
Penggunaan dalam waktu lama dan banyak menyebabkan kerusakan saraf otak, kerusakan jantung, paranoid sampai menjadi gila dan akhirnya kematian.


Ganja
Ganja secara tradisional digunakan sebagai penyedap masakan oleh beberapa golongan masyarakat Indonesia. Tanaman ini banyak tumbuh secara liar di kebun atau ladang di daerah Sumatra. Ganja berasal dari daun tumbuhan Cannabis sativa. Daun ganja mengandung zat THC (tetra hydrocannabinol) yang merupakan faktor utama penyebab halusinasi. Kadar tertinggi terdapat pada pucuk tanaman.
Pemakaian ganja secara terus menerus dan terlalu banyak mengakibatkan ketergantungan dan berakibat melemahnya daya ingat, tidak tenang, tidak bergairah, sensitif, merusak jantung, paru-paru dan hati serta menyebabkan schizophrenia (penyakit mental/gangguan jiwa).


Opium
Opium berasal dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Opium kemudian diolah menjadi morfin dan kodein. Saat ini, berbagai opium sintesis dengan sengaja dibuat, diantaranya adalah heroin. Produksi opium pada awalnya bertujuan untuk pembuatan berbagai obat penghilang rasa sakit dan nyeri (obat analgesik). Penyalahgunaan opium dapat mempengaruhi perubahan fisik dan mental. Susunan saraf menjadi rusak dan otak tidak dapat bekerja dengan normal.


Kokain
Kokain berbentuk bubuk berwarna putih, tidak berbau, terasa pahit dan mudah menyerap air dari udara. Zat ini dihasilkan dari getah tumbuhan Coca (Erythroxylon coca). Pada mulanya dunia kedokteran menggunakan kokain sebagai obat bius lokal (anestesi). Saat ini produksi kokain secara legal untuk obat-obatan telah dilarang. Kokain memiliki efek negatif bagi pemakainya karena menimbulkan efek halusinasi dan mimpi buruk. Pengkonsumsian kokain dapat meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah, kecemasan yang berlebihan, jika pengaruh kokain berkurang tubuh akan melemah.


Morfin
Morfin merupakan salah satu alkaloid yang terdapat dalam getah candu mentah, diperoleh melalui proses kimiawi. Morfin tergolong dalam opioda alami, berupa kristal putih atau berbentuk serbuk halus putih adapula dalam bentuk cairan yang berwarna, tidak berbau, rasanya pahit. Cara kerja morfin dalam tubuh adalah dengan menekan pusat pernapasan. Pemakai yang overdosis akan mengalami gangguan pernapasan yang fatal. Penyalahgunaan morfin mengakibatkan ketergantungan, pada wanita mengganggu siklus menstruasi, pada pria mengakibatkan impotensi, menyebabkan sembelit dan kematian.



Heroin
Heroin atau putauw diperoleh melalui proses kimia terhadap morfin. Heroin digolongkan dalam opium semisintesis. Heroin berbentuk serbuk berwarna putih, sering pula dijumpai dalam berbagai warna. Baunya seperti cuka dan terasa pahit. Heroin merupakan zat psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental dan tingkah laku seseorang). Heroin dilarang dalam dunia pengobatan. Gejala awal penggunaan heroin adalah rasa mual, pupil mata mengecil, hidung gatal, nafas berat dan melemah dan tubuh malas bergerak. Pemakaian dalam dosis yang tinggi dapat mengakibatkan kematian. Pecandu heroin tidak segan untuk melukai dirinya sendiri dengan cara menyayat pergelangan tangannya jika tidak memperoleh zat tersebut.



Pengaruh dan Bahaya Penyalahgunaan Zat Adiktif dan Psikotropika
Zat adiktif dan psikotropika merupakan bahan yang sangat diperlukan di bidang kedokteran. Misalnya morfin sebagai penawar rasa sakit pada saat operasi, alkohol sebagai antiseptik, kokain sebagai obat perangsang dan lain-lain. Obat-obatan tersebut tidak bisa digunakan secara sembarangan, harus sesuai dengan aturan dan di bawah pengawasan dokter. Karenanya obat-obatan tersebut tidak diperjualbelikan secara bebas. Pemakaian obat-oabatan untuk diri sendiri tanpa indikasi dan tidak bertujuan pengobatan disebut penyalahgunaan zat (drug abuse). Penyalahgunaan tersebut dapat menimbulkan ketergantungam, keracunan bahkan kematian. Kerugian yang diakibatkannya juga melibatkan orang lain dan dapat mengganggu ketertiban umum.
Dampak negatif yang paling berbahaya dari penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah efek ketagihan. Efek ini seringkali memicu seorang pecandu untuk melakukan tindak kejahatan agar mendapatkan zat adiktif dan psikotropika yang dibutuhkannya.
Dampak yang paling mengerikan ketika seorang pecandu tidak mendapatkan zat yang dibutuhkannya sehingga harus mengehentikan pemakaian secara mendadak adalah efek sakaw. Dalam dunia kedokteran disebut abstinentia withdrawal syndrome. Pecandu akan merasa sangat sakit dan menderita, apabila kondisi seperti itu berlanjut akan berujung pada kematian.

print this pagePrint Halaman Ini

Persilangan Monohibrid

Pendahuluan
Penelitian mengenai pola-pola pewarisan sifat dalam persilangan telah berlangsung lama. Biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel (1822-1884) telah berhasil menanamkan prinsip-prinsip dasar tentang persilangan. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dikenal dengan Hukum Mendel. Berkat Jasanya maka Mendel dikenal sebagai Bapak Genetika. Beruntung dalam eksperimennya Mendel menggunakan tanaman ercis atau kapri (Pisum sativum) untuk disilangkan.
         
Hal ini disebabkan karena tanaman kapri merupakan galur murni (sifat tidak berubah-ubah), mampu melakukan pembuahan sendiri, mampu melakukan penyerbukan silang, mudah dibudidayakan, cepat menghasilkan keturunan, serta memiliki sifat-sifat yang kontras seperti: bentuk biji (bulat-kerut), warna biji dan polong (kekuningan-hijau), tinggi batang (tinggi-pendek), warna bunga (ungu-putih), bentuk polong (rata-berlekuk-lekuk) dan tumbuh polong (dekat poros batang-ujung batang).
Sifat kontras yang dimiliki oleh tanaman ercis menjadi menarik karena menjadi bahasan utama dalam persilangan. Persilangan antara dua individu sejenis yang didasarkan pada sifat kontras induknya dapat dibedakan atas persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda) ataupun persilangan dihibrid.

print this pagePrint Halaman Ini

Persilangan Hibrid


Ciri-Ciri Persilangan Dihibrid
Berbeda dengan persilangan monohibrid yang hanya memperhatikan  satu sifat beda, maka persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu sejenis dengan dua sifat beda.
Pada persilangan ini dinyatakan oleh Mendel bahwa gen-gen dari kedua induk akan mengelompok secara bebas. Pernyataan ini disebut dengan Hukum Mendel II (Independent Assortment/asortasi bebas/berpasangan secara bebas).
Mendel melakukan percobaan dengan menyilangkan tanaman ercis (Pisum sativum) dengan memperhatikan dua sifat beda yaitu tanaman ercis berbiji bulat berwarna kuning dan tanaman ercis berbiji kerut berwarna hijau.
Ciri-ciri persilangan Dihibrid:

print this pagePrint Halaman Ini

Adaptasi

Pendahuluan
Makhluk hidup harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan hidup (lestari). Ada tiga macam bentuk adaptasi yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku. Untuk mengenal berbagai macam contoh bentuk adaptasi yang terjadi pada berbagai macam makhluk hidup, mari kita pelajari lebih jauh tentang adaptasi!

Bentuk-bentuk Adaptasi
Bentuk Adaptasi Adaptasi makhluk hidup merupakan penyesuaian diri makhluk hidup terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Ada 3 bentuk adaptasi yaitu:
A. Adaptasi Morfologi B. Adaptasi Fisiologi C. Adaptasi Tingkah Laku
Bentuk daun teratai yang lebar dan tipis merupakan salah satu contoh bentuk adaptasi morfologi
Gutasi merupakan bentuk adaptasi Fisiologi pada tumbuhan
Pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau bentuk merupakan adaptasi tingkah laku

print this pagePrint Halaman Ini

Video IPA Biologi

Sistem Peredaran Darah 1

print this pagePrint Halaman Ini

Fotosintesis

Salah satu ciri makhluk hidup adalah memerlukan nutrisi (makanan). Tumbuhan juga memerlukan makanan. Tumbuhan memiliki kemampuan untuk membuat makanan sendiri dengan mensintesis zat anorganik menjadi zat organik. Proses sintesis (pembuatan) makanan pada tumbuhan disebut fotosintesis.

Fotosintesis pada tumbuhan terjadi di daun,tepatnya di jaringan palisade, karena di dalamnya terdapat kloroplas.

print this pagePrint Halaman Ini

Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan

Materi ini membahas tentang struktur dan fungsi organ tubuh pada tumbuhan tingkat tinggi. Yang dimaksud dengan tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan berpembuluh yang akar, batang, dan daunnya memiliki perbedaan yang jelas.

Struktur organ tubuh pada tumbuhan terdiri dari :
1. Struktur Morfologi, merupakan struktur yang tampak dari luar tubuh tumbuhan
2. Struktur Anatomi, merupakan struktur yang tampak melalui penampang mikroskopis

print this pagePrint Halaman Ini

Klasifikasi Makhluk Hidup

Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup)jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan).

print this pagePrint Halaman Ini

MACAM-MACAM KLASIFIKASI

 
MACAM-MACAM KLASIFIKASI
Seiring dengan perkembangan zaman, sistem klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan alasan-alasan tertentu yang dimulai dan dirintis oleh ilmuwan terdahulu dan terus berkembang sampai sekarang. Hal ini dikarenakan adanya penemuan-penemuan baru yang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia. Ada beberapa alasan yang digunakan para ahli sebagai dasar sistem klasifikasi. Untuk itulah sistem klasifikasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan/kelompok, yaitu sistem alami, sistem buatan, dan sistem filogenik.

print this pagePrint Halaman Ini
Previous home
DAFTAR ISI

Follower

Jadwal Sholat

Copyright © 2010 MTs Al-Falah Jatinangor All rights reserved.
Abahvsan by MTs Al-Falah . Blogger Template by Anshul Dudeja